Psikologi Perkembangan: Pengertian, Teori dan Manfaat

Lorongku.comPsikologi Perkembangan: Pengertian, Teori dan Manfaat – Dalam siklus kehidupannya, manusia pasti mengalami proses  perkembangan baik dari segi fisik maupun psikologisnya. Jika, Anda melihat potret diri anda semasa bayi, tahulah anda bahwa selama ini secara pasti anda telah berubah. Misalnya, dari seorang yang tidak berdaya, sampai menjadi seorang yang seperti saat ini.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dari hal ini terlihat bahwa manusia mengalami perkembangan sejak bayi, masa kanak-kanak,remaja, dewasa, sampai masa tua.

Dalam proses perkembangan, jelas adanya perubahan-perubahan yang meliputi aspek fisik, intelektual, sosial, moral, bahasa, emosi dan perasaan, minat, motivasi, sikap, kepribadian, bakat, dan kreatifitas. Di mana dalam setiap aspek tersebut pada dasarnya membuat kombinasi-kombinasi atau hubungan baru yang kemudian membentuk spesialisasi fisik dan psikologis yang berada antara manusia yang satu dan lainnya.

Adanya kombinasi dan perbedaan, menyebabkan adanya persaingan dan rasa saling membutuhkan antara manusia yang satu dan lainnya. Dengan demikian, pola perilaku manusia dapat menunjukkan kesempatan apa yang akan  diperoleh untuk mengembangkan kepopulerannnya dalam kelompok terhadap mereka yang berlatar belakang ras, agama, sosial-ekonomi yang berbeda.

Oleh karena itu tak heran rasanya apabila psikologi perkembangan merupakan bidang kajian penting yang dipelajari baik untuk para pakar psikologi, pendidikan, maupun ilmu kesehatan.

 

Pengertian Psikologi Perkembangan

Psikologi Perkembangan: Pengertian, Teori dan Manfaat
Psikologi Perkembangan: Pengertian, Teori dan Manfaat

Psikologi perkembangan merupakan bidang kajian yang melibatkan banyak pihak dari berbagai bidang studi. Dibutuhkan dialog dari berbagai ide dan konsep-konsep intelektual yang diperkuat oleh eksperimen dan penelitian untuk mengumpulkan sumber valid dan ilmiah untuk menyusunnya. Hal ini juga dilakukan karena psikologi perkembangan memiliki urgensi yang sangat universal terhadap berbagai ilmu pengetahuan, baik itu psikologi secara umum, pendidikan, ilmu kesehatan, hingga kesejahteraan mental keluarga, dan sebagainya.

Beberapa definisi psikologi perkembangan menurut para ahli tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Menurut Prof. Dr. F.J. Monks, Prof. Dr. A.M.P. Knoers, dan Prof. Dr. Siti Rahayu Haditoro, psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang mempersoalkan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan yang terjadi dalam diri pribadi seseorang dengan menitikberatkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan”.
  2. Menurut Dra. Kartini Kartono, psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan priode masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai periode adolesen menjelang dewasa.
  3. Carter V. Good dalam dictionary of education berpendapat bahwa psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi yang membahas tentang arah atau tahapan kemajuan dari prilaku dengan mempertimbangkan phylogenetic dan ontogenetic, termasuk semua fase pertumbuhan dan penurunan. Hal ini berarti adanya pembatasan yang lebih luas dari pengertian ilmu jiwa keturunan, walaupun bentuk dan polanya ada persamaanya serta dapat dipertukarkan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa psikologi perkembangan adalah cabang ilmu psikologi yang secara spesifik mengkaji gejala jiwa atau proses mental manusia baik menyangkut pertumbuhan, perkembangan, atau kenaikan dan kemunduran perilaku manusia sepanjang rentang kehidupannya.

Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan

Ruang lingkup dari pembahasan ilmu psikologi perkembangan dapat ditarik dari berbagai pengertiannya sendiri yang telah diuraikan sebelumnya. Dari berbagai uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup psikologi perkembangan menyangkut:

  1. cabang ilmu psikologi itu sendiri,
  2. objek pembahasannya adalah perilaku atau gejala jiwa seseorang, dan
  3. tahapannya dimulai dari masa konsepsi hingga masa dewasa (Aljuhari, 2019, hlm. 7).

Secara spesifik beberapa tujuan atau berbagai hal yang ingin dikuak melalui kajian dan penelitian psikologi perkembangan dapat mencakup:

  1. Untuk memahami dasar, pola umum perkembangan, dan pertumbuhan anak pada tiap-tiap fasenya;
  2. Bagaimana untuk mengarahkan seseorang untuk berbuat dan berperilaku yang selaras dengan tingkat perkembangan orang lain;
  3. Bagaimana cara memunculkan sikap senang bergaul dengan orang lain terutama anak-anak, remaja, dengan penuh perhatian kepada mereka baik dalam lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat;
  4. Dalam bidang pendidikan, bagaimana pendidik dapat memahami dan memberikan bimbingan kepada anak, sejalan dengan taraf perkembangan anak didiknya, sehingga proses pendidikan anak berjalan dengan sukses dalam pencapai tujuannya.

Secara struktural, berbagai konsepsi yang akan dibahas pada psikologi perkembangan manusia berdasarkan fase atau periode dari pranatal hingga dewasa akhir yang dijabarkan sebagai berikut.

  1. Perkembangan manusia pranatal (fisik ibu hamil dan janin).
  2. Periode usia 0-2 tahun.
  3. Periode pra-sekolah.
  4. Periode sekolah dasar.
  5. Periode remaja (aspek fisik dan psikologis).
  6. Permasalahan periode remaja.
  7. Periode usia dewasa awal.
  8. Periode usia dewasa madya.
  9. Periode usia dewasa akhir.

Selain itu, psikologi perkembangan juga akan membahas perkembangan intelegensi, metode penelitian psikologi perkembangan, dan teori-teori yang menyangkut bagaimana perkembangan manusia terjadi (nativisme, empirisme, dan gabungannya/konvergensi).

Teori Perkembangan

Bagaimana suatu perkembangan atau pertumbuhan dalam suatu individu terjadi? Apa saja yang mempengaruhi serta meningkatkan dan menyebabkan kemunduran perkembangan manusia? Terdapat beberapa teori yang menyokong permasalahan ini yang berujung pada fusi, sintesis, atau penggabungan dari gagasan keseluruhannya. Beberapa teori perkembangan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Teori Nativisme

Pelopor teori nativisme adalah Arthur Schopenhaur yang berpendapat bahwa manusia memiliki sifat-sifat tertentu sejak dilahirkan yang mempengaruhi dan menentukan keadaan individu yang bersangkutan. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh natives atau faktor-faktor bawaanmanusia sejak dilahirkan. Singkatnya, menurutnya apabila dari keturunan baik maka akan baik dan apa bila dari keturunan jahat maka akan menjadi jahat.

  1. Teori Empirisme

Teori ini dikemukakan oleh Jonh Locke. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan seseorang akan ditentukan oleh empirinya atau pengalaman-pengalamannya yang diperoleh selama perkembangan individu itu. Dalam pengertian pengalaman termasuk juga pendidikan yang diterima oleh individu yang bersangkutan. Menurut teori ini individu yang dilahirkan itu sebagai kertas atau meja yang putih bersih yang belum ada tulisan-tulisannya, apa pun dan siapa pun dapat mengisinya dengan berbagai sifat, sikap, dan perilaku yang akan mempengaruhi perkembangan individu tersebut.

  1. Teori Konvergensi

Teori ini merupakan teori gabungan (konvergen) dari nativisme dan empirisme yang dikemukakan oleh Willian Stern. Menurut W. Stern, baik pembawaan maupun pengalaman atau lingkungan mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan individu. Perkembangan individu akan ditentukan baik oleh faktor yang dibawa sejak lahir (faktor endogen) maupun faktor lingkungan (termasuk pengalaman dan pendidikan) yang merupakan faktor eksogen.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Individu

Perkembangan manusia tidak berlangsung secara mekanis-otomatis, sebab perkembangan yang terjadi sangatlah bergantung pada beberapa faktor secara simultan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan individu tersebut antara lain adalah:

  1. faktor herediter (warisan sejak lahir/bawaan),
  2. faktor lingkungan yang menguntungkan atau merugikan,
  3. kematangan fungsi-fungsi organis dan psikis,
  4. aktivitas individu sebagai subyek bebas yang berkemauan, kapanpun seleksi, bisa menolak, atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri.

Faktor Turunan (Warisan)

Turunan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir ke dunia ini membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari kedua ibu-bapak atau nenek dan kakek. Warisan (turunan atau pembawaan) tersebut yang terpenting, antara lain bentuk tubuh, raut muka, warna kulit, inteligensi, bakat, sifat-sifat atau watak dan penyakitnya.

Beberapa faktor keturunan yang berpengaruh pada perkembangan anak atau individu meliputi:

  1. Bentuk tubuh, warna kulit dan rambut adalah salah satu warisan yang dibawa oleh anak sejak lahir.
  2. Sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang adalah salah satu aspek yang diwarisi dari ibu, ayah, nenek atau kakek.
  3. Intelegensi, yaitu kemampuan umum yang dimiliki seseorang untuk penyesuaian terhadap situasi atau masalah.
  4. Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol di antara berbagai jenis kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan khusus ini biasanya berbentuk keterampilan atau suatu bidang ilmu, misalnya kemampuan khusus (bakat) dalam bidang seni musik, seni suara, olah raga matematika, bahasa, ekonomi, teknik, keguruan, sosia, agama, dan sebangainya (Aljuhari, 2019, hlm. 12).

Faktor Lingkungan

Lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Contoh dari lingkungan misalnya adalah keluarga yang mengasuh dan membesarkan anak, sekolah tempat mendidik, masyarakat tempat anak bergaul juga bermain sehari-hari dan keadaan alam sekitar dengan iklimnya, flora,dan sebagainya.

Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bergantung pada keadaan lingkungan serta keadaan jasmani dan rohaninya sendiri. Beberapa lingkungan utama yang akan mempengaruhi perkembangan individu adalah sebagai berikut.

  1. Keluarga
    Keluarga merupakan tempat anak diasuh dan dibesarkan, berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Keadaan ekonomi rumah tangga serta tingkat kemampuan orang tua dalam merawat sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan jasmani anak. Kemampuan orang tua tentunya bersinggungan dengan kompetensinya sebagai manusia secara umum, oleh karena itu tingkat pendidikan orang tua juga besar pengaruhnya terhadap perkembangan rohaniah anak, terutama kepribadian dan kemajuan pendidikannya.
  2. Sekolah
    Sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama untuk kecerdasannya. Anak yang tidak pernah sekolah akan tertinggal dalam berbagai hal. Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak karena di sekolah mereka dapat belajar bermacam-macam ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya turut menentukan pola pikir serta kepribadian anak.
  3. Masyarakat
    Dapat ditebak bahwa masyarakat sekitar individu turut mempengaruhi perkembangan jiwa seseorang. Mereka juga termasuk juga teman-teman anak di luar sekolah. Kondisi orang-orang di desa atau kota tempat tinggal ia juga turut mempengaruhi perkembangan jiwanya. Contoh : dalam sebuah keluarga saling menghormati dan menyayangi, maka anggota keluarganya akan bersifat seperti itu.
  4. Keadaan alam sekitar
    Keadaan alam yang berbeda akan berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir atau kejiwaan dan tingkah laku seseorang. Contoh mudahnya adalah seseorang yang hidup di desa akan berbeda perilakunya dengan orang yang tumbuh di kota (Ajhuri, 2019, hlm. 14).

Manfaat Mempelajari Psikologi Perkembangan

Adanya ilmu yang mempelajari mengenai psikologi perkembangan ini tentu memiliki manfaat. Selain bermanfaat untuk memahami dan meramalkan perilaku sendiri maupun orang lain, ada berbagai manfaat lain antara lain:

  1. untuk memahami fase atau garis besar, pola umum perkembangan, dan pertumbuhan manusia mulai dari anak hingga dewasa pada tiap-tiap fasenya,
  2. mempelajari mengenai psikologi perkembangan untuk mengarahkan seseorang berbuat lebih baik dan berperilaku selaras sesuai dengan perkembangan hidup manusia,
  3. mengetahui tingkah laku individu sesuai atau tidak dengan tingkat usia atau perkembangannya,
  4. dapat memilih atau memberikan materi sesuai dengan metode yang dibutuhkan seseorang.

 

Referensi

  1. Ajhuri, K.F. (2019). Psikologi perkembangan pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Yogyakarta: Penebar Media Pustaka.
  2. https://penerbitbukudeepublish.com/materi/psikologi-perkembangan/