Paku Bumi Jawa Tengah Untuk Ibu Kota Baru

Lorongku.com- Di tengah hiruk pikuk tentang Ibu Kota Baru (IKN), Sama seperti gubernur-gubernur lainnya yang membawa tanah dan air ke acara kemah bersama presiden di Ibu Kota Baru (IKN), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga turut berpartisipasi membawa tanah dan air untuk disatukan di sana (Ibu Kota Baru). Namun, dari manakah tanah dan air yang dibawa Ganjar itu berasal?

Kepala bagian Humas dan Protokol Provinsi Jawa Tengah, Agung Kristianto, memberikan Pernyataan terkait hal tersebut. Ternyata tanah dan air yang dibawa Ganjar tersebut diambil dari Paser Bumi yang terdapat di Kabupaten Karanganyar dan Kota Magelang.

Disebutkan olehnya di puncak Gunung Tidar terdapat ‘paku’ yang berisi Rajah Kalacakra ditancapkan dan dipercaya untuk dapat menjaga keseimbangan. Rajah Kalacakra terkenal ampuh sebagai tameng untuk perlindungan diri serta keluarga, menghancurkan dan mengalahlan kekuatan lawan (baik manusia ataupun gaib) serta mampu mengusir mahluk halus dengan cara memasangnya atau menempatkannya di tempat yang dirasa angker. Rajah ini pun bisa digunakan sebagai pagar gaib harta benda dan rumah, tolak bala dari penyakit gaib, sampai dengan menghalau niat jahat. Kekeramatan dan kesakralan Gunung Tidar juga dipengaruhi keberadaan makam seorang waliyullah Syech Subakir dan tombaknya.

Kemudian terkait dengan air yang dibawa oleh Ganjar, berasal dari sendang Bancolono di Tawangmangu Provinsi Jawa Tengah. Bancolono adalah tempat keramat yang diyakini sudah ada sejak dulu, tepatnya abad 11 Masehi.

Di dalam keterangan dari Pemprov Jawa Tengah, disebutkan bahwa sebagian besar raja-raja di Tanah Jawa diyakini memanfaatkan air di sendang itu yang bertujuan untuk bersuci sebelum melakukan ritual ataupun kegiatan-kegiatan sakral kerajaan lainnya.