PDIP MENANG SURVEI LITBANG KOMPAS, MENANG PILEG HATTRIK DI 2024?

Lorongku.com – Elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berada di puncak survei Litbang Kompas. Elite PDIP Andreas Hugo meyakini bahwa kemenangan ketiga kalinya secara beruntun atau hattrick di pemilu 2024 kelak akan tercapai.
“Hasil survei di Kompas ini tentu sangat menyenangkan untuk para kader PDI Perjuangan (PDI-P). Karena proses konsolidasi yang dilakukan selama ini oleh partai di semua lini dari DPP, DPD, DPC, PAC, sampai ranting seluruh Indonesia didukung oleh kader menunjukkan hasil yang positif, paling tidak sampai dengan hari ini,” kata Andreas Hugo, Selasa 22 Februari 2022.

Andreas mengatakan bahwa capaian itu merupakan hasil yang cukup baik menuju pemilu pada 2024. Dia berharap hal ini jadi pintu untuk meraih kemenangan ketiga kalinya secara beruntun pada 2024.

“Hasil hari ini tentu menjadi pintu masuk yang amat baik menuju pilihan legislatif (pileg) pada 2024. Ini akan memberikan motivasi kuat bagi seluruh kader untuk bekerja lebih keras lagi untuk menciptakan ‘hattrick’, kemenangan tiga kali berturut-turut,” ucapnya.

“Peluang hattrick sangat besar dan PDI Perjuangan akan meraih itu 2024,” lanjut Andreas Hugo.

Survei Litbang Kompas terhadap elektabilitas partai menampilkan hasil yang cukup mengejutkan. Elektabilitas dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berada di puncak tertinggi.

Survei Litbang Kompas digelar pada 17 sampai dengan 30 Januari 2022 dengan melibatkan seribu duaratus responden yang dipilih secara acak dengan menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provins seluruh Indonesia. Responden ditanya dengan melalui wawancara tatap muka. Dengan menggunakan metode tersebut, tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin of error plus-minus 2,8 persen.

Hasilnya sebagai berikut:
1. PDIP 22,8 persen
2. Gerindra 13,9 persen
3. Demokrat 10,7 persen
4. Golkar 8,6 persen
5. PKS 6,8 persen
6. PKB 5,5 persen
7. NasDem 3,5 persen
8. PPP 2,8 persen
9. PAN 2,5 persen
10. Perindo 2,5 persen
11. PSI 0,9 persen
12. Hanura 0,6 persen
13. PBB 0,6 persen
14. Garuda 0,4 persen
15. Lainnya 0,3 persen
16. Tidak tahu/rahasia 17,6 persen