ZINA DAN KUMPUL KEBO BISA DIPENJARA?

LORONGKU.COM – BREAKING NEWS – Draf terbaru Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih mengatur mengenai ancaman pidana terhadap pasal perzinaan dan kohabitasi atau istilah kumpul kebo.

Pasal nomor 415 RKUHP mencantumkan sanksi penjara selama satu tahun bagi siapapun orang yang melakukan berzina. Orang tersebut juga terancam sanksi denda.

“Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II,” bunyi Pasal 415 Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) draf tanggal 4 Juli 2022, dikutip Rabu (6/7).

Pasal berikutnya yakni mengatur tentang larangan kohabitasi atau istilah lain kumpul kebo. RKUHP mengancam pelaku perbuatan tersebut dengan hukuman penjara dan denda.

Zina Dan Kumpul Kebo Bisa Dipenjara?

“Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II,” bunyi pasal nomor 416 RKUHP.

RKUHP Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana membatasi orang yang bisa melaporkan tindak pidana zina dan kohabitasi. Orang yang telah menikah hanya bisa dilaporkan oleh suami atau istrinya. Adapun bagi orang yang belum ada hubungan menikah, hanya orang tua atau anak yang bisa melaporkan.

Pemerintah Indonesia telah resmi menyerahkan draf Rancangan Undang-undang Pemasyarakatan (RUU PAS) serta Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) kepada Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR.

Penyerahan tersebut dilakukan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Eddy Hiariej ke Komisi III DPR RI dalam rapat kerja yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7). (Sumber Berita: CNNIndonesia)

Keyword: RKHUAP, Pasal Perzinaan, RUU PAS, Hukum Kumpul Kebo, Sanksi Perzinaan Indonesia.