KESEHATAN JIWA – HEDONISME DALAM PANDANGAN ISLAM

Hedonisme Dalam Pandangan Islam

Hedonisme juga bisa muncul dalam kehidupan seorang muslim ketika tujuan hidupnya hanya memperturutkan hawa nafsunya dan tujuannya ingin meraih kesenangan sesaat di dunia ini saja. Hedonisme jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Hedonisme tidak mempercayai adanya hari pembalasan, karena kesenangan sudah dapat dinikmati di dunia tidak perlu menunggu di kehidupan berikutnya yang belum jelas. Islam memberi peluang kepada manusia untuk menata kehidupan dunia dengan kemapanan materi. Akan tetapi harus diingat bahwasanya dunia bukan tujuan akhir. Dunia adalah “ladang amal” untuk menentukan masa depan seseorang di akhirat kelak.[1]

Dalam sebuah firman-Nya ditegaskan, “Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kamu.” (QS:. Luqman/31: 33). Allah Swt sudah tegaskan bahwa kehidupan dunia adalah senda gurau dan permainan. Oleh sebab itu manusia harus hati-hati dengan ornamen kehidupan dunia. Bagi orang yang bertaqwa kehidupan akhirat itu lebih baik (QS: alAn’am/31: 32). Epikurus membahas tiga masalah yang mengganggu ketenangan:

Pertama, ketakutan akan dewa-dewa. Kedua, ketakutan akan kematian. Ketiga, ketakutan akan masa depan atau nasib. Ketiga masalah ini tidak perlu ditakuti, karena dewa-dewa tidak akan mengganggu manusia, ketakutan akan mati tidak perlu ditakuti, karena dengan mati berarti telah selesai masalah. Nasib baik dan buruk tidak ada kaitannya dengan dewa-dewa, nasib hanya ditentukan oleh manusia itu sendiri yang harus berusaha mendapatkan kenikmatan dan meninggalkan kesedihan dan kesusahan. Pandangan hedonisme ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang meyakini Allah sebagai pencipta dan berhak disembah penentu segala sesuatu terhadap makhluknya. Ketika manusia dalam kesulitan, sedih, berkekurangan manusia harus berusaha menghindari melalui usaha dan berdo’a serta berharap kepada Allah untuk melepaskan, karena hanya Allah satu-satunya yang Maha kuasa dan menentukan.[2]

[1] Maryam Islmail, “Hedonisme Dan Pola Hidup Islam”, JURNAL Ilmiah Islamic, Vol. 16, No. 2, 2019. Hlm. 198.

[2] Ibid, Hlm 199.