BANTUAN 20 JUTA UNTUK BEDAH RUMAH DARI PEMERINTAH

Lorongku.com – (BSPS) Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya kembali digulirkan Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun ini. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah mengalokasikan anggaran yang besar yakni sebesar Rp 2,29 triliun pada tahun 2022 untuk program tersebut. Program Stimulan Perumahan Swadaya ini merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) untuk mengurangi jumlah rumah yang tidak layak huni di Indonesia. Kriteria rumah yang tidak layak huni ini mencakup empat hal komponen hunian yang kondisinya di bawah standar seperti halnya kondisi bangunan, kondisi kesehatan (sanitasi dan air bersih layak), serta kondisi luas rumah sesuai standar ruang gerak minimum penghuni. Setiap penerima bantuan program Bantuan Stimulan Peruma nantinya akan menerima bantuan sebesar Rp 20 juta untuk peningkatan kualitas rumahnya. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan bangunan dengan rincian sebagai berikut Rp 17,5 juta dan sisanya Rp 2,5 juta digunakan untuk upah tukang.

 

Tekhnis dari program ini dimulai dari masyarakat untuk masyarakat. Mengingat Program ini merupakan bentuk partisipasi dari masyarakat dimulai dari mendata rumah sendiri maupun tetangga di lingkungan desa ataupun kelurahan. Data yang berupa usulan lokasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa ataupun kelurahan agar kemudian bisa diteruskan pada instansi di atasnya. Jadi point pentingnya disini adalah koordinasi dengan pihak kelurahan atau desa. Lalu, apa saja syarat yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan program Stimulan Perumahan Swadaya dari Pemerintah?

Dalam aturan yang sudah tertulis pada Pasal 11 Peraturan Menteri (Permen PUPR) Nomor 17/PRT/M/2018 tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.

Berikut ini adalah beberapa syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan bantuan Stimulan Perumahan Swadaya :

  • Calon penerima merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan sudah berkeluarga.
  • Memiliki tanah yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan tanah yang sah (Tanah yang bersertifikat)
  • Tinggal pada rumah yang dalam kondisi tidak layak huni dan satu-satunya dalam arti tidak mempunyai 2 rumah.
  • Belum pernah mendapatkan bantuan bedah rumah atau bantuan yang sejenis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
  • Memiliki gaji atau penghasilan paling banyak sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP)/Upah Mininum Kabupaten/Kota (UMK).
  • Bersedia untuk melaksanakan dengan berswadaya, berkelompok, dan tanggung renteng untuk menyelesaikan pembangunan rumah.

Mengenai bantuan bedah rumah ini, pastinya banyak yang bertanya bagaimana cara mendapatkan bantuan ini? bagaimana prosesnya? untuk mengetahui cara mendaftar bantuan ini silahkan tekan tombol baca selengkapnya dibawah ini, selain menyajikan cara mendaftar bantuan ini anda juga bisa mencari tahu apa saja bantuan yang cair pada tahun 2022 ini.

BACA SELENGKAPNYA