QODLO PUASA RAMADHAN

Lorongku.com – Puasa ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat islam yang sudah memenuhi syarat, bahkan bulan ramadhan ditunggu-tunggu momennya bagi sebagian orang,  berikut adalah dalil dalam Al Qur’an tentangf wajibnya berpuasa pada bulan ramadhan dalam QS. Al Baqarah ayat 183, QS Al Baqrah ayat 184, Al Baqarah ayat 185, Al Baqarah ayat 187 dan lain sebagainya. Adapun dalil haditsnya ada dalam riwayat  HR Bukhari sebagai berikut, Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Artinya: “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya (hilal), jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan Sya’ban sampai tiga puluh hari.”

Selain hadits di atas masih banyak lagi dalil yang menyatakan tentang wajibnya puasa ramadhan.

Namun, apakah kalian tahu bahwa ada beberapa pengecualian kepada yang udzur atau hal-hal yang menyebabkan untuk tidak berpuasa. Dalam artikel ini akan memaparkan tentang orang yang tidak berpuasa pada bulan ramadhan dan hal-hal yang harus di lakukan untuk menebus puasanya.

Berikut adalah rincian orang yang tidak berpuasa dan hal-hal yang harus di lakukan :

  1. Anak kecil, Anak-anak memang tidak di wajibkan untuk berpuasa pada bulan ramadhan karena belum baligh/balighah
  2. Orang gila yang tidak disengaja atau murni gila, pada hal ini orang gila tidak di wajibkan untuk membayar fidyah atau melaksanakan puasa qodlo.
  3. Orang gila yang disengaja, beda hukum dengan orang gila yang tidak disengaja, orang ini diwajibkan untuk meng qodlo puasanya dan jika tidak menjalankannya maka dosa hukumnya.
  4. Orang sakit yang ada harapan untuk sembuh, orang ini diwajibkan untuk meng qodlo puasa ramadhannya dan tidak wajib untuk membayar fidyah.
  5. Orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh, pada kasus ini orang yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh tidak diwajibkan meng qodlo puasanya melainkan menggantinya dengan membayar fidyah
  6. Orang yang sudah sangat tua, pada hal ini orang yang sangat tua tidak diwajibkan meng qodlo puasanya melainkan menggantinya dengan membayar fidyah
  7. Orang yang sedang berpergian atau musafir, pada orang ini diwajibkan untuk meng qodlo puasanya dan tidak diwajibkan membayar fidyah
  8. Orang hamil dan menyusui, pada kasus ini orang yang hamil dan menyusui jika ia khawatir akan terjadi apa-apa terhadap dirinya maka diwajibkan untuk meng qodlo puasanya dan tidak diwajibkan membayar fidyah, jika ia khawatir terhadap keduanya yakni dirinya sendiri dan bayinya maka diwajibkan untuk meng qodlo puasanya dan tidak diwajibkan membayar fidyah, namun jika ia hanya kawatir terhadap bayinya saja maka ia diwajibkan untuk meng qodlo puasanya dan  diwajibkan membayar fidyah
  9. Perempuan yang sedang menstruasi atau haid. pada hal ini orang tersebut diwajibkan untuk meng qodlo puasanya akan tetapi tidak diwajibkan membayar fidyah
  10. Perempuan yang sedang nifas, pada hal ini orang tersebut diwajibkan untuk meng qodlo puasanya akan tetapi tidak diwajibkan membayar fidyah

Akan tetapi bagi orang yang bersetubuh atau melakukan jimak pada siang hari maka ia diwajibkan untuk Memerdekakan budak, atau puasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan orang miskin sebanyak 60 orang.

Niat qodlo puasa ramadhan sebagai berikut :

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillâhi ta’ala.

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT

Nah dari pembahasan diatas, apakah kalian sempat tidak berpuasa ramadhan? segera di tuntaskan ya sahabat lorong.